ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Sumber : Muhammad Dendy (Wirausaha/ Sarjana Ilmu Komunikasi )
Kini Sentimen terhadap Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra belakangan ini dinilai sangat positif. Karena itu, peluang memenangi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 cukup besar jika ke duanya maju berpasangan sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.
“Selama ini ke dua tokoh tersebut positif di mata masyarakat. Kalau berpasangan bisa berpotensi menenggelamkan figur dan elektabilitas Jokowi,” ujar Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago kepada JPNN, Kamis (7/9).
Itulah sepenggal pemberitaan yang saya kutip dari media online JPNN.COM. Wacana Prabowo-Yusril sering menarik perhatian saya. Bagaimana tidak, kedua tokoh nasional yang bertolak belakang dengan pemerintahan Jokowi ini. Akhir-akhir ini selalu populer dengan berbagai manuver yang dilakukannya. Prabowo sendiri sudah banyak yang mengetahui betapa konsistennya sosok ini berada di luar pemerintahan. Semenjak dirinya mendirikan partai Gerindra pada tahun 2008 silam.
Apalagi sebagai antitesa, atau lawan terkuat Jokowi saat ini. Prabowo bagaikan tempat berkumpulnya masyarakat yang tidak suka bahkan anti terhadap pemerintahan Jokowi. Ya, karena sosok Prabowo pada saat ini sangat mirip dengan Anies-Sandi pada Pilkada DKI 2017 lalu. Kenapa saya bilang mirip? Karena pada Pilkada DKI 2017 lalu, yang menyebabkan Anies-Sandi menang adalah berkumpulnya para masyarakat yang tidak suka dengan Ahok. Atau jika boleh saya sedikit lebih frontal. Anies-Sandi adalah pusat berkumpulnya kalangan pemilih “Anti Ahok”.
Berdasarkan penelitian kecil saya pada arus isu Politik yang berkembang di media sosial pada saat ini. Prabowo sering digadang-gadang sosok yang mampu mengubah keadaan bangsa Indonesia pada saat ini. Bahkan tak jarang banyak berbagai komentar yang menginginkan Prabowo untuk menggantikan Jokowi sebagai Presiden Indonesia. Jadi ibaratnya Prabowo bisa saya ibaratkan dengan Anwar Ibrahim di Malaysia. Dimana meskipun bukan tokoh dalam pemerintahan. Akan tetapi memiliki pendukung yang militan. Bahkan terkadang fanatik.
Prabowo bagaikan harapan terakhir para pendukungnya. Karena sikap konsistennya yang tetap berada di luar pemerintahan. Saya rasa itulah yang membuat betapa miitannya para pendukung Prabowo semenjak Pilpres 2014 lalu. Berbeda dengan SBY. Karena sikap peragu dari seorang SBY. Pendukung mantan Presiden ke-6 ini tidaklah semilitan dari pendukung Prabowo pada saat ini.